Surat-surat dalam Al-Qur’an tersebut terbagi dalam dua kelompok.
1. Surat Makkiyah, yakni yang ayat-ayatnya diturunkan di Mekah (sebelum Nabi
Muhammad hijrah). Jumlahnya 86 surat atau 19/ 30 dari isi Al-Qur’an. Ciri-ciri suratnya:
-
ayat-ayatnya pendek-pendek;
- kebanyakan diawali dengan
seruan "yaa ayyuhannas " (wahai
manusia);
- umumnya menerangkan
masalah keimanan, perintah, ancaman, pahala, dan kisah-kisah umat terdahulu
agar dijadikan contoh bagi umat Muhammad saw.
2. Surat
Madaniyyah, yakni yang ayat-ayatnya diturunkan di Madinah (setelah
Nabi Muhammad hijrah). Jumlahnya 28 surat atau 11/30 dari isi Al-Qur’an. Ciri-cirinya:
-
ayat-ayatnya
panjang-panjang;
- kebanyakan diawali dengan
seruan "yaa ayyuhalladzina aamanu"
(wahai orang-orang yang beriman), dan pada umumnya menerangkan tentang
peraturan bermasyarakat, ketatanegaraan, serta masalah-masalah keduniawian
lainnya.
Al-Qur’an berisi 114 surat, dan terdiri dari 6236
ayat. Sebagian ulama mengatakan, jumlah ayat Al-Qur’an 6666. Jumlah kalimatnya
menurut hitungan sebagian para ahli tercatat 74.437 dan hurufnya sebanyak
325.345.
Ditinjau dari panjang-pendeknya, surat-surat dalam
Al-Qur’an dapat dikelompokkan menjadi empat bagian:
-
Assab’uththiwaal, yakni tujuh
surat yang sangat panjang. Terdiri dari Al Baqoroh,
Ali Imron, An-Nisa’, Al-’Arof,
Al-An’am, Al Maidah, dan Yunus.
- Al-Miuun, yakni surat-surat yang
panjangnya lebih dari seratus ayat, seperti Hud, Yusuf, Mu’min, dart sebagainya.
- Al-Matsani, yakni surat-surat yang berisi kurang dari seratus ayat,
seperti Al-Anfal, Al-Hijr, dan sebagainya.
- Al-Mufashshol, yakni
surat-surat pendek, seperti Adh-Dhuha,
Al- Ikhlash, Al-Falaq, An-Nas, dan sebagainya.