Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Tauhid » Kitab-Kitab Islam » Al-An'am
Al-An'am
Penamaan Al An`aam karena di dalamnya disebut kata "An`aam" dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan mereka.
Senin, 30 Januari 2012
Tulisan Terkait

6.  Al-An’am (binatang ternak), surat Makkiyah, 165 ayat

Penamaan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata "An- ’am" dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan mereka. Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

7.  Al-`Arof (tempat tertinggi), surat Makkiyah, 206 ayat

Penamaan Al-`Arof karena perkataan "Al-`Arof" terdapat dalam ayat 46 yang mengemukan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al- `Arof yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

8.  Al-Anfal (rampasan perang), surat Madaniyah, 75 ayat.

Penamaan Al-Anfal karena selain kata "Al-Anfal" terdapat pada awai surat ini dan pokok persoalan yang dibahas juga tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.

Menurut riwayat Ibnu Abbas ra. surat ini diturunkan berkenaan dengan Perang Badar Kubro yang terjadi pada tahun kedua hijrah. Peperangan ini sangat penting artinya, karena perang itulah yang menentukan jalan se jarah perkembangan Is­lam. Pada waktu umat Islam dengan kekuatan kecil, untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrikin yang berjumlah besar, dan perlengkapan yang cukup. Dan dalam peperangan ini umat Islam memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.

9.  At-Taubah (pengampunan), surat Madaniyah, 129 ayat

Penamaan At-Taubah karena kata "At-Taubah" berulang kali disebut dalam surat ini. Dinamakan juga dengan Baro`ah yang berarti berlepas diri. Maksudnya adalah pernyataan pemutusan hubungan, sebab kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

10.  Yunus (nama nabi), surat Makkiyah, 109 ayat

Dinamakan Yunus karena sebagian besar isi surat ini menceritakan kisah Nabi Yunus as. dari para pengikutnya yang teguh imannya.

11.  Huud (nama nabi), surat Makkiyah, 123 ayat

Penamaan Hud karena berkaitan dengan adanya kisah Nabi Hud as. dan kaumnya. Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh as., Sholeh as., Ibrohim as., Luth as., Syu`aib as., dan Musa as.

12.  Yusuf (nama nabi), surat Makkiyah, 111 ayat

Surat ini dinamakan Yusuf karena titik berat dan isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf as. Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. sebagai mukjizat bagi beliau,, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya. Menurut riwayat Al-Baihaqi dalam kitab "Ad-Dalail" bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf as. ini. Karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

13.  Ar Ro`du (petir/guruh), surat Makkiyah, 43 ayat

Penamaan Ar-Ro`du karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya "Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya", menunjukan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah SWT. Dan lagi sesuai dengan sifat Al-Qur`an yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia. Isi yang terpenting dari surat ini adalah bahwa bimbingan Allah kepada mahluk-Nya berkaitan erat dengan hukum sebab akibat. Bagi Allah SWT tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman. Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

14.  Ibrohim (nama nabi), surat Makkiyah, 52 ayat

Penamaan Ibrohim, karena surat ini memuat do`a Nabi Ibrohim as., (ayat 35 s/d 41). Do`anya antara lain: pemohonan agar keturunannya mendirikan sholat, dijauhkan dari menyembah berhala serta agar Mekah dan sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur. Do`a Nabi Ibrohim as. ini diperkenankan oleh Allah SWT sebagaimana telah terbukti kota Mekah dan sekitarnya aman sejak dahulu sampai sekarang. Do`a tersebut beliau panjatkan ke hadirat Allah SWT usai membangun Ka`bah bersama puteranya Ismail as., di dataran tanah Mekah yang tandus.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa