Or signin with
Logo Abatasa Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Tauhid » Tarekat » Macam Macam Tarekat ( bag 4 )
Macam Macam Tarekat ( bag 4 )
Tarekat Rifaiyah: Pendirinya adalah Abui Abbas Ahmad bin Ali ar-Rifai. Ia lahir di Qoryah Hassan, dekat Basrah pada tahun 500 H (1106 M), Tarekat Sammaniyah: Syeikh Muhammad Samman,
Rabu, 18 Juli 2012

Tarekat  Rifaiyah

Pendirinya adalah Abui Abbas Ahmad bin Ali ar-Rifai. Ia lahir di Qoryah Hassan, dekat Basrah pada tahun 500 H (1106 M), sedangkan sumber lain mengatakan pada 512 H (1118 M). Sewaktu Ahmad berusia tujuh tahun, ayahnya meninggal dunia. Ia lalu diasuh oleh pamannya, Mansur Al-Batho’ihi, seorang syekh tarekat. Selain menuntut ilmu pada pamannya tersebut, ia juga berguru pada pamannya yang lain, Abu Al-Fadl Ali Al- Wasiti, terutama tentang mazab Fiqh Imam Syafi’i. Dalam usia 21 tahun, ia telah berhasil memperoleh ijasah dari pamannya dan khirqoh 9 sebagai pertanda sudah mendapat wewenang untuk mengajar.

Ciri khas tarekat Rifaiyah ini adalah pelaksanaan dzikirnya yang dilakukan bersama-sama diiringi oleh suara gendang yang bertalu-talu. Dzikir tersebut dilakukannya sampai mencapai suatu keadaan di mana mereka dapat melakukan perbuatan- perbuatan yang menakjubkan, antara lain berguling-guling dalam bara api, namun tidak terbakar sedikit pun dan tidak mempan oleh senjata tajam.


Tarekat Sammaniyah

Kemunculan tarekat ini bermula dari kegiatan Syeikh Muhammad Samman, seorang guru tasawuf masyhur yang mengajarkan tarekat di Madinah. Banyak orang Indonesia, terutama dari Aceh, yang pergi ke sana mengikuti pengajarannya. Oleh sebab itu tidak mengherankan jika tarekat ini tersebar luas di Aceh dan terkenal dengan nama tarekat Sammaniyah.

Sebagaimana guru-guru besar tasawuf, Syeikh Muhammad Saman terkenal saleh, zuhud, dan memiliki keramat. Salah satu keramatnya adalah ketika Abdullah Al-Basri - karena melakukan kesalahan - dipenjarakan di Mekkah dengan kaki dan leher dirantai. Dalam keadaan yang tersiksa, Al-Basri menyebut nama Syeikh Muhammad Saman tiga kali, seketika terlepaslah rantai yang melilitnya. Kepada seorang murid Syeikh Muhammad Saman yang melihat kejadian tersebut, Al-Basri menceritakan, "kulihat Syeikh Muhammad Saman berdiri di depanku dan marah. Dan ketika kupandang wajahnya, tersungkurlah aku pingsan. Setelah siuman, kulihat rantai yang melilitku telah terputus."

Perihal awal kegiatan Syeikh Muhammad Saman dalam tarekat dan hakikat, menurut kitab manaqib Tuan Syeikh Muhammad Saman, adalah sejak pertemuannya dengan Syeikh Abdul Qodir Jailani. Kisahnya, suatu ketika Syeikh Muhammad Saman berkholiuat (bertapa) di suatu tempat dengan memakai pakaian yang indah-indah. Pada waktu itu datang Syeikh Abdul Qodir Jailani membawakan pakaian jubah putih, "Ini pakaian yang cocok untukmu." Ia kemudian memerintahkan Syeikh Muhammad Saman agar melepas pakaiannya dan mengenakan jubah putih yang dibawanya. Dan konon semula Syeikh Muhammad Saman menutup-nutupi ilmunya sampai datanglah perintah dari Rosulullah saw. menyebarkannya dalam kota Madinah.

Tarekat Sammaniyah juga mewiridkan bacaan dzikir yang biasanya dilakukan secara bersama-sama pada malam jum at di masjid-masjid atau musholla sampai jauh tengah malam. Selain itu ibadah yang diamalkan oleh Syeikh Muhammad Saman yang

diikuti oleh murid-muridnya sebagai tarekat, antara lain sholat sunnah asyraq dua raka’at, sunnat dhuha dua belas raka’at, memperbanyak riadhoh (melatih diri lahir batin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT), dan menjauhkan diri dari kesenangan duniawi.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa