Or signin with
Logo Abatasa Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Tauhid » Tauhiid » Murjiah
Murjiah
Aliran Murji’ah muncul dari golongan yang tidak sepaham dengan golongan Khowarij. Hal itu tercermin dari ajarannya yang bertolak belakang dengan ajaran Khowarij. Pengertian Murji’ah itu sendiri adalah penangguhan vonis ...
Selasa, 20 Maret 2012
Tulisan Terkait

Murjiah

Aliran Murji’ah muncul dari golongan yang tidak sepaham dengan golongan Khowarij. Hal itu tercermin dari ajarannya yang bertolak belakang dengan ajaran Khowarij. Pengertian Murji’ah itu sendiri adalah penangguhan vonis hukuman atas perbuatan seseorang sampai di pengadilan Allah SWT kelak. Jadi, mereka tidak mengkafirkan seorang muslim yang berbuat dosa besar. Sebab yang berhak menjatuhkan hukuman terhadap seorang pelaku dosa hanyalah Allah SWT. Sehingga seorang muslim, sekalipun melakukan dosa besar, dalam kelompok ini tetap diakui sebagai muslim dan punya harapan bertaubat.

Secara garis besarnya, ajaran-ajaran pokok Murji’ah, adalah :

  • pengakuan iman cukup hanya dalam hati. Dengan demikian pengikut golongan ini tidak dituntut membuktikan keimanan mereka dalam amal perbuatan sehari-hari. Tentu ini merupakan suatu kejanggalan yang sulit diterima oleh kalangan Murji’ah sendiri. Oleh karena iman dan amal perbuatan dalam ajaran Islam merupakan satu kesatuan.
  • selama meyakini dua kalimah syahadat, seorang muslim yang berbuat dosa besar tidak dihukum kafir. Hukuman terhadap perbuatan manusia ditangguhkan, dalam arti hanya Allah yang berhak menjatuhkannya kelak di alam akhirat.

Tokoh utama aliran Murji’ah, ialah Hasan bin Bilal Muzni, Abu Sallat Samman, dan Diror bin Umar. Dalam perkembangan selanjutnya aliran ini terbagi dalam kelompok moderat dan ekstrem. Kelompok Murji’ah moderat dipelopori oleh Hasan bin Muhammad bin Ali bin Abi Tholib, sedangkan kelompok Murji’ah ekstern dipelopori oleh Jaham bin Shofwan. Namun sebagaimana aliran Khowarij, aliran Murji’ah juga hanya tinggal dalam catatan sejarah. Akan tetapi ajaran-ajarannya tentang kufur dan dosa besar masih diikuti oleh kaum muslimin bahkan diserap oleh ajaran Ahlisunnah Waljamaah.

Qodariyah

Aliran Qodariyah muncul di Irak. Aliran ini mengajarkan paham:

  1. manusia memiliki kudrat irodat untuk berusaha dan berbuat sesuai dengan kemampuannya;
  2. manusia memiliki kuasa penuh atas dirinya tanpa kudrat irodat Allah; Dengan kata lain, manusia itu sendiri yang menentukan perbuatannya - apakah ia ingin berbuat baik atau jahat;
  3. menolak adanya qodar dan takdir Allah dalam segala usaha dan perbuatan manusia;
  4. umat Islam yang berdosa besar tidak dihukumi sebagai kafir, namun juga tidak digolongkan seorang mukmin, melainkan hanya sebagai muslim.

Dua tokoh utama Qodariyah, ialah Ma`abad al-Juhani al-Basri dan Ghoilan al-Dimasyqi. Ma`abad al-Juhani menyebarkan ajaran Qodariyah di Irak dan berhasil mendapatkan banyak pengikut dalam waktu yang relatif singkat. Ia terbunuh dalam pertempuran melawan al-Hujjaj. Ma`abad memang terlibat dalam politik sebagai pendukung Abdurrohman al-Asy`ats, gubernur Sajistan yang menentang kekuasaan Bani Umaiyah. Sedangkan Ghoilan al-Dimasyqi tokoh penerus yang berjasa mengembangkan paham Qodariah sampai k Iran. Akan tetapi paham ini dinilai membahayakan pemerintah pad waktu itu, sehingga Ghoilan dihukum bunuh oleh pemerintal Hisyam bin Abdul Malik, kholifah Dinasti Umaiyah kesepuluh (105 125 H/724-743 M).







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa