Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Telaah » » Kaya Dunia Akhirat
Kaya Dunia Akhirat
Pada zaman sekarang, hampir setiap orang setuju dengan prinsip bahwa kaya termasuk salah satu ukuran bahwa kita sukses dalam mencapai impian hidup. Realitas ini memang sangat rasional di tengah kondisi masyarakat yang ..
Kamis, 28 Agustus 2014

A. Ternyata, Tidak Susah Menjadi Kaya

Kaya! Ketika mendengar kata ini, kemungkinan besar yang terlintas di pikiran kita adalah harta melimpah atau sederet materi, mulai dari uang yang melimpah, rumah megah, hingga mobil mewah. Ya, faktanya, memang nyaris semua orang bermimpi menjadi kaya dan bisa memiliki semua materi itu.

Pada zaman sekarang, hampir setiap orang setuju dengan prinsip bahwa kaya termasuk salah satu ukuran bahwa kita sukses dalam mencapai impian hidup. Realitas ini memang sangat rasional di tengah kondisi masyarakat yang berpikiran bahwa kesuksesan seseorang dapat diukur dari sudut materi.

Sayangnya, tidak sedikit dari kita yang memiliki hasrat tersebut merasa begitu susah menjadi kaya. Ya, kenyataan ini bisa terjadi pada diri kita sendiri. Padahal, perasaan sulit mengejar impian itu, tanpa kita sadari, sebenarnya datang dari diri sendiri. Oleh karena itu, tidak pantas kiranya jika kita lantas menyalahkan Allah Swt. atau orang lain karena kita tidak kaya atau sulit kaya. Lalu, apa yang harus kita lakukan?

Lazimnya, sesuatu yang membuat kita merasa sulit menjadi kaya ialah kita beranggapan bahwa menjadi kaya hanya impian. Padahal, menjadi kaya membutuhkan proses atau usaha. Kita tidak bisa hanya dengan berdiam diri dan berangan-angan, lalu rezeki akan datang begitu saja. Dalam hal ini, hukum alam (kausalitas) sangat berlaku. Artinya, jika kita berusaha, maka kita akan kaya.

Nah, hal yang bisa kita lakukan adalah membuat rencana finansial yang konkret agar dapat kaya. Kita perlu melewati jalan menuju puncak kekayaan. Rencana atau niat tentu juga tidak kalah penting, dan perlu dilaksanakan pada setiap rencana, mulai dari yang sederhana hingga rumit serta sesuai kemampuan.

Selanjutnya, tingkatkan langkah kita. Orang bisa kaya karena mempunyai banyak investasi; investasi bukan hanya uang, tetapi juga waktu. Oleh karena itu, luangkan waktu di tengah aktivitas atau kesibukan kita pada pagi hari dengan melaksanakan shalat Dhuha. Sebab, shalat sunnah ini memberikan faedah yang bermanfaat bagi lancarnya mendapatkan rezeki dan dipermudahnya aktivitas kita. Hal-hal yang sulit dalam pekerjaan kita, dengan izin Allah Swt., bisa diatasi dengan mudah atau dicari jalan keluarnya. Tentunya, cukup banyak contoh pengusaha sukses karena mereka konsisten mengamalkan shalat Dhuha. Ini dapat menjadi gambaran agar kita juga tergerak untuk melaksanakan shalat Dhuha.

Selain waktu, investasi juga bisa berbentuk sedekah. Cobalah kita perhatikan beberapa pengusaha sukses; mereka mendapatkan banyak uang karena juga mengeluarkan banyak uang untuk badan-badan pengumpul dana.

Sungguh, banyak bersedekah tidak akan membuat kita miskin. Sebab, dengan bersedekah, berarti kita mensyukuri rezeki yang Allah Swt. berikan, dan ini akan membuka pintu-pintu rezeki untuk kita dan keluarga, serta tentunya usaha kita. Oleh karena itu, sisihkan pendapatan kita untuk bersedekah.

Intinya, semua yang saya kemukakan dalam uraian sebelumnya bukanlah omong kosong belaka. Sebab, menjadi kaya tidaklah susah. Prinsip utama yang perlu Anda tanamkan adalah berusaha dan berdoa. Kedua kata kunci inilah yang akan mengantarkan Anda kepada kesuksesan finansial, dan Anda pun bisa meraih kekayaan dengan jalan yang benar.

"Jadi, kunci meraih kekayaan finansial tidak hanya dengan diam dan bermalas-malasan, tetapi harus aktif bergerak atau berusaha mendapatkan kekayaan yang diimpikan."







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa