Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Telaah » » Sudah Melakukan Shalat Dhuha dan Menunaikan Sedekah, tetapi Tidak Kunjung Kaya, Adakah yang Salah?
Sudah Melakukan Shalat Dhuha dan Menunaikan Sedekah, tetapi Tidak Kunjung Kaya, Adakah yang Salah?
Sebagai pelaku shalat Dhuha, barangkali sebagian dari kita pernah merasa kesal atau kecewa dengan kenyataan atau hasil dari sedekah atau shalat Dhuha yang telah kita lakukan. Boleh jadi, fenomena ini pernah kita alami;
Selasa, 28 Oktober 2014

E. Sudah Melakukan Shalat Dhuha dan Menunaikan Sedekah, tetapi Tidak Kunjung Kaya, Adakah yang Salah?

Sebagai pelaku shalat Dhuha, barangkali sebagian dari kita pernah merasa kesal atau kecewa dengan kenyataan atau hasil dari sedekah atau shalat Dhuha yang telah kita lakukan. Boleh jadi, fenomena ini pernah kita alami; harapan (doa) kita tidak sesuai dengan kenyataan. Padahal, kita sudah bersedekah dan melaksanakan shalat Dhuha, namun kenyataannya kita tidak memperoleh apa pun. Dengan ungkapan lain, harapan kita untuk menjadi orang yang berkecukupan secara ekonomi belum tercapai.

Kita barangkali juga merasa kecewa setelah bersedekah dengan niat untuk mengatasi masalah atau kesulitan ekonomi seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw., namun ternyata tidak kunjung menerima sesuatu, sebagaimana yang beliau janjikan. Padahal, beliau telah bersabda, “Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu dengan mengeluarkan sedekah." (HR. Baihaqi).

Selain itu, Allah Swt. juga berfirman dalam hadits Qudsi, “Hai anak Adam, infaqkanlah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu" (HR. Muslim).

Lalu, apa sebenarnya yang salah hingga harapan kita tersebut tidak kunjung tercapai? Sebagai pelaku shalat Dhuha, kita jangan dulu terburu-buru berkecil hati dan berputus asa. Sebab, bisa jadi, ada hal lain yang menyebabkan amalan kita tersebut ditangguhkan atau permintaan kita ditunda oleh Allah Swt. Mungkin, ada beberapa perilaku kita yang menghambat terkabulnya doa dan harapan kita.

Dalam hal ini, ada beberapa poin penting yang perlu kita cermati dan introspeksi, khususnya yang berkaitan dengan perilaku kita. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Memperbaiki Hubungan Silaturahmi
Terputusnya silaturahmi, terutama dengan orang tua, bisa menghambat doa dan harapan kita. Sebab, ridha Allah Swt. selaras dengan ridha orang tua. Begitu juga murka orang tua pasti selaras dengan murka-Nya. Selain dengan orang lua, hubungan kita dengan kerabat atau famili, tetangga, dan teman juga harus diperhatikan. Jangan sampai kita memutuskan silaturahmi atau bermusuhan. Intinya, agar shalat Dhuha dan sedekah kita diterima dan dikabulkan oleh-Nya, kita dilarang memutuskan tali silaturahmi, apalagi dendam.

2. Memperbanyak Beristighfar dan Shalat Taubat
Kita harus senantiasa meminta ampunan atas kesalahan dan dosa yang telah kita perbuat. Dengan orang lain pun, kita juga harus meminta maaf jika berbuat suatu kesalahan, apalagi kepada Allah Swt. yang mengatur segala urusan.

3. Tetap Konsisten dengan Shalat Dhuha dan Sedekah
Shalat Dhuha dikenal sebagai shalat pengundang rezeki, begitu juga dengan sedekah. Shalat sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Dengan selalu mendekatkan diri kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi tanpa harus diminta. Selain itu, jangan lupa untuk memperbanyak sedekah.

4. Tetap Memaksimalkan Ikhtiar
Doa tanpa ikhtiar tidak akan mengubah kehidupan atau menyelesaikan masaiah kita. Dalam al-Qur`an, dijelaskan bahwa Allah Swt. tidak akan mengubah nasib seseorang, jika ia tidak mau berubah atau berusaha mengubah nasibnya sendiri.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa