Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Telaah » » Dijamin Kaya jika Shalat Dhuha Anda Benar
Dijamin Kaya jika Shalat Dhuha Anda Benar
Menurut jumhur ulama, waktu dhuha ialah mulai dari matahari meninggi kira-kira sepenggalah hingga sedikit menjelang masuknya waktu zhuhur, yaitu dimulai sekitar 15 menit setelah waktu syuruq sampai 15 menit sebelum masuknya
Kamis, 30 Oktober 2014

A. Sekilas mengenai Shalat Dhuha

Pada umumnya, shalat sunnah didirikan untuk memperbaiki shalat fardhu yang kurang sempurna. Meskipun demikian, shalat Dhuha di sini tidak hanya untuk melengkapi kekurangan-kekurangan yang sangat mungkin ada pada shalat fardhu, tetapi juga memiliki keistimewaan, keajaiban, dan faedah tersendiri, terutama yang berkaitan rengan rezeki dan prestasi kerja.

Allah Swt. menganugerahkan shalat Dhuha kepada kita sebagai modal untuk meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. Dia menunjukkan kepada kita mengenai cara untuk memuluskan perjalanan dan perjuangan dalam meraih kesuksesan di dunia serta akhirat, yaitu shalat Dhuha.

Shalat Dhuha merupakan shalat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah Saw., selain Shalat Tahajjud, Hajat, dan Witir. Hukum shalat Dhuha adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan), sehingga Rasulullah Saw. senantiasa mengerjakannya, sekaligus berpesan kepada para sahabat untuk mengerjakan shalat Dhuha dan menjadikannya sebagai wasiat.

Karena disebut shalat Dhuha, shalat ini pun harus dilakukan ketika dhuha. Kata "dhuha"—yang mengiringi shalat Dhuha—bermakna terbit atau naiknya matahari. Sehingga, wajar jika shalat itu dilakukan pada pagi hari ketika matahari mulai menampakkan sinarnya.

Menurut jumhur ulama, waktu dhuha ialah mulai dari matahari meninggi kira-kira sepenggalah hingga sedikit menjelang masuknya waktu zhuhur, yaitu dimulai sekitar 15 menit setelah waktu syuruq sampai 15 menit sebelum masuknya waktu zhuhur. Jelasnya, shalat Dhuha bisa kita kerjakan ketika matahari mulai menampakkan sinarnya, yaitu sekitar pukul 07.00 WIB sampai menjelang tengah hari (menjelang zhuhur, sekitar pukul 11.30 WIB).

Adapun waktu terbaik untuk mengerjakan shalat Dhuha adalah saat matahari terik. Hal ini didasarkan pada hadits dari Zaid bin Arqam Ra., bahwa Rasulullah Saw. bersabda, "Shalat awwabin (orang-orang yang kembali kepada Allah Swt. atau bertaubat) adalah ketika anak unta mulai kepanasan." (HR. Muslim).

Sementara itu, dari segi jumlah rakaat, shalat Dhuha dapat dilakukan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Dengan menjalankan 2 rakaat shalat Dhuha, kita telah melaksanakan salah satu wasiat Rasulullah Saw., seperti yang disampaikan kepada Abu Hurairah, "Kekasihku, Rasulullah Saw. berwasiat kepadaku dengan tiga perkara, yaitu puasa selama 3 hari setiap bulan, 2 rakaat shalat Dhuha, dan mengerjakan shalat Witir sebelum tidur." (HR. Muttafaqun `Alaih).

Shalat Dhuha merupakan shalat yang tidak menyusahkan untuk dikerjakan, bahkan sama sekali tidak mengganggu aktivitas pada pagi hari. Kita bisa melakukan shalat Dhuha yang disesuaikan dengan kemampuan kita yang mengamalkannya. Hal ini tergambar jelas pada bilangan rakaatnya, yaitu mulai dari 2 hingga 12 rakaat. Masing-masing rakaat tersebut memiliki sandaran hadits Rasulullah Saw.

Lalu, bagaimana tata cara melaksanakan shalat Dhuha?

Sebagian besar kita sebenarnya telah mengetahui ritual ibadah shalat Dhuha. Tata cara melaksanakan shalat Dhuha sebenarnya sama dengan shalat wajib yang biasa dilakukan, baik pergerakan maupun bacaannya. Hanya saja, dalam shalat Dhuha, surat yang dianjurkan dibaca pada rakaat pertama adalah asy-Syams. Sedangkan, pada rakaat kedua, kita dianjurkan membaca surat adh-Dhuhaa. Karena merupakan anjuran, jadi tidak masalah jika Anda membaca surat lainnya dalam al-Qur`an yang Anda hafal.

Mengenai doa setelah shalat Dhuha, sebenarnya Anda bisa membaca doa apa pun. Meskipun demikian, alangkah baiknya jika Anda membaca doa ini, yakni doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah Saw. setelah shalat Dhuha. Adapun doa yang dimaksud ialah sebagai berikut:



Allaahumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala Jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudhrata qudhratuka, wal ismata ismatuka. Allaahumma in kaana rizzqii fis samaa-i fa-anzilhu, wa in kaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa in kaana mu`assiran fayassirhu, wa in kaana haraaman fathahhirhu, wa in kaana ba`iidan faqarribhu, bihaqqi dhuhaa-ika, wa bahaa-ika, wa jamaalika, wa quwwatika, wa qudhratika, aatlnii maa aataita `ibaadakas shaalihiin.

"Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu adalah waktu-Mu, dan keagungan itu ialah keagungan-Mu, dan keindahan itu adalah keindahan-Mu, dan kekuatan itu ialah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan¬-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, maka turunkanlah; bila masih di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika masih sukar, maka mudahkanlah; bila (ternyata) haram, maka sucikanlah; jika masih jauh, maka dekatkanlah. berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.“


"Shalat Dhuha bukanlah penghambat aktivitas atau pekerjaan kita. Justru, shalat Dhuha dapat mempermudah dan memperlancar aktivitas kita, sehingga bisa menuai hasil yang optimal."







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa