Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Ulumul Hadits » Hadist » Aneka Macam Hadits Dan Tingkatannya
Aneka Macam Hadits Dan Tingkatannya
Masalah yang perlu kita ketahui dalam mempelajari hadits berikutnya adalah mengenai macam-macam hadits, baik ditinjau dari sumbernya maupun dilihat dari jumlah perawinya. Kemudian haruslah kita ketahui derajat hadits itu ....
Minggu, 01 April 2012

Masalah yang perlu kita ketahui dalam mempelajari hadits berikutnya adalah mengenai macam-macam hadits, baik ditinjau dari sumbernya maupun dilihat dari jumlah perawinya. Kemudian haruslah kita ketahui derajat hadits itu sendiri. Untuk itu dalam bab ini kami ketengahkan tentang perbedaan hadits antara qudsi dan hadits nabawi, hadits mutawatir dan hadits ahad, serta antara hadits shohih, hasan dan dhoif.

Hadits Qudsi Dan Hadits Nabawi

Ditinjau dari segi sumbernya, hadits dibagi menjadi dua macam, yaitu hadits qudsi (disebut juga hadits Robbani) dan hadits Nabawi (hadits nabi). Perbedaan kedua macam hadits tersebut yaitu:

Hadits Qudsi adalah firman Allah SWT yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Rosulullah saw. kemudian beliau menyampaikannya dengan redaksi (susunan kata/kalimat)nya sendiri. Dengan demikian makna hadits qudsi tersebut berasal dari Allah SWT, sedangkan lafal/redaksinya dari Nabi saw.

Hadits Nabawi adalah hadits yang makna maupun lafalnya berasal dari Nabi Muhammad Rosulullah saw. sendiri. Jika demikian, apa perbedaan antara hadits qudsi dengan Al- Qur’an? Ada beberapa perbedaan yang tegas, yakni:

  1. lafal dan makna Al-Qur’an berasal dari Allah SWT, sebaliknya hadits qudsi hanya maknanya saja yang berasal dari Allah SWT, sedangkan redaksinya (susunan kalimatnya) dari Nabi Muhammad Rosulullah saw.;
  2. periwayatan Al-Qur’an tidak boleh dengan maknanya saja, sebaliknya hadits qudsi boleh diriwayatkan hanya dengan maknanya;
  3. Al-Qur’an, terutama surat Al-Fatiha harus dibaca dalam sholat, sebaliknya hadits qudsi tidak boleh dibaca sewaktu sholat;
  4. membaca Al-Qur’an terhitung ibadah, sebaliknya membaca hadits qudsi tidak terhitung ibadah.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Subkategori Ulumul Hadits
Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa