Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Ulumul Qur`an » Tafsir Quran » Takwil Al-Qur`an
Takwil Al-Qur`an
Apa bedanya antara tafsir dan takwil? Makna tafsir telah penulis uraikan di atas meskipun hanya sekilas. Sedangkan takwil adalah menjelaskan makna kandungan-kandungan Al-Qur’an yangmemiliki pengertian tersembunyi.
Minggu, 25 Maret 2012
Tulisan Terkait

Apa bedanya antara tafsir dan takwil? Makna tafsir telah penulis uraikan di atas meskipun hanya sekilas. Sedangkan takwil adalah menjelaskan makna kandungan-kandungan Al-Qur’an yangmemiliki pengertian tersembunyi. Sebagaimana kita ketahui, bahwa ayat-ayat Al-Qur’an terbagi menjadi dua:

  1. ayat-ayat muhkamat, yakni maknanya jelas atau tegas. Disebut juga bermakna lahir yaitu jelas menunjukkan ke suatu pengertian tertentu dan tidak mengundang keraguan. Jadi tidak dibutuhkan takwil atau pun penafsiran untuk memahaminya, sebab sudah cukup jelas makna dan tujuannya.
  2. ayat-ayat mutasyabihat, yakni maknanya samar atau tidak jelas. Disebut juga bermakna batin, ialah apa yang dimaksud oleh Allah SWT dalam firmannya. Makna ayat mutasyabihat seringkah tidak dapat dipahami secara pasti oleh akal manusia, sehingga sering disalahgunakan oleh orang-orang tertentu untuk mencari keuntungan pribadi. Bahkan oleh musuh-musuh Islam, ayat-ayat ini dipakai untuk memutar-balikkan atau merusak ajaran Islam yang sebenarnya.

Adanya kedua ayat tersebut, dijelaskan dalam Al-Qur’an. "Dialah yang menurunkan kitab (Al-Qur’an) kepadamu, di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat (jelas maknanya). Itulah pokok Kitab, dan yang lain mutasyabihat (samar maknanya). Maka orang-orang yang hatinya cenderung kepada kesesatan, maka mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan mencari-cari takwilnya (menurut kemauannya), padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya menyatakan, ’Kami beriman dengannya (kepada ayat-ayat yang mutasyabihat). Semua itu berasal dari Tuhan kami’. Dam tidak dapat mengambil pelajaran, kecuali orang-orang yang memiliki pikiran. (QS. 3/Ali Imron: 7) Hikmah diturunkannya ayat-ayat mutasyabihat (antara lain AlifLaam Miim) salah satu bukti bahwa Al-Qur’an ini bukan karya Nabi Muhammad saw. Dan ayat-ayat mutasyabihat ini memang sebagai tolok ukur kedalaman keimanan seseorang.
*****







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Subkategori Ulumul Qur`an
Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa